Menu Close

Wisata Ikonik Jawa Timur, Begini Sejarah Letusan Gunung Bromo

Tour_&_Travel_Malang

Gunung Bromo sudah dikenal sebagai wisata paling ikonik di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Wisatawan domestik sampai mancanegara pun tak pernah absen untuk mengunjungi destinasi gunung satu ini saat berlibur ke Jawa Timur. 

Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.393 mdpl yang terletak mengelilingi empat kabupaten, yakni Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang. 

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi di Jawa Timur yang masih aktif dan sudah beberapa kali mengalami letusan serta mengeluarkan material vulkanik. Pada abad ke-20 saja Gunung Bromo sudah meletus 3 kali dan kesemuanya memiliki karakteristik tersendiri.

Oleh sebab itu letusan Gunung Bromo tidak mudah untuk diprediksi. Adapun letusan terdahsyat Gunung Bromo yaitu tahun 1974 dan memakan banyak korban. Gunung Bromo juga sering mengalami erupsi dimana catatan tertua erupsi Gunung Bromo adalah pada tahun 1775.

Berikut data sejarah letusan Gunung Bromo yang telah dirangkum:

2016/2016, 2011/2010, 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767 (awal letusan terjadi).

Erupsi tahun 2004

Adapun erupsi tahun 2004 tidak besar dan sebentar yaitu 20 menit. Tanda-tandanya berupa gempa serta tremor yang tidak teratur. Korban meninggal berjumlah dua orang yaitu wisatawan Gunung Bromo yang tertimbun muntahan pasir kawah gunung.

Erupsi tahun 2010

Gunung Bromo mulai memperlihatkan tanda-tanda di bulan November. Ketika aktivitas meningkat, pemerintah menghimbau masyarakat lokal agar mengungsi. Area yang ditutup yaitu 3 km persegi dari padang pasir, dan juga penerbangan yang memasuki Malang ditutup hingga 4 Desember 2010. Erupsi terjadi tanggal 26 November 2010 dan memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi 700 meter di angkasa.

Erupsi tahun 2011

Adapun Erupsi di awal tahun 2011 adalah kelanjutan pada November 2010. Sampai bulan Desember 2010, Bromo dilaporkan mengeluarkan debu vulkanik dan juga gempa tremor mendominasi seismograf yang terjadi mulai 21 Januari-23 Januari 2011.

Erupsi tahun 2015-2016

Terjadi pada tahun 2015 akhir yaitu pada bulan Desember, Gunung Bromo menampakkan aktivitasnya sebagai gunung aktif dengan mengeluarkan asap vulkanik tebal dan sesekali menyemburkan abu panas belerang dari kawah. Kondisinya Bromo hingga saat ini yaitu di 2016 masih kurang stabil, terjadinya buka tutup obyek wisata Bromo membuat para wisatawan enggan untuk datang. Dengan aktivitas Bromo yang tidak menentu menjadikan Bromo apakah akan mengalami letusan atau tidak.

Erupsi tahun 2020

Gunung Bromo memiliki tipikal erupsi yang tidak menerus. Erupsi terakhir terjadi pada 19 Juli 2019 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati. VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit pada 28 Desember 2020, pukul 05:50:00 WIB. Saat itu abu vulkanik teramati dengan ketinggian 2.829 meter di atas permukaan laut atau sekitar 500 meter di atas puncak.

Itulah sejarah letusan Gunung Bromo. Apakah kamu pernah menyaksikan erupsi Gunung Bromo?

Related Posts

Open Trip Vietnam 5D4N, mulai dari 9 jutaan. Cek detailnya, Disini.

X