Oleh: Wijaya Fun Holiday, Travel Agent & Vietnam Expert
Siapa bilang liburan ke Vietnam cuma soal foto-foto di Halong Bay atau makan Pho di pinggir jalan? Bagi banyak wisatawan Indonesia, Vietnam adalah surga belanja yang sesungguhnya. Bayangkan saja, kamu bisa menemukan baju branded sisa ekspor, kain sutra halus, sampai kerajinan tangan estetik dengan harga yang jauh lebih miring daripada di Jakarta.
Tapi, ada satu fakta pahit yang harus kamu tahu. Sebagai turis, wajah kita ini ibarat “target berjalan” bagi oknum pedagang nakal. Tips belanja Vietnam ini bukan sekadar soal tahu di mana tempatnya, tapi tahu bagaimana mainnya. Salah strategi sedikit, kamu bisa kena getok harga selangit atau malah kena tipu soal uang kembalian.
Oleh karena itu, kami sudah merangkum pengalaman jatuh bangun tim redaksi saat berburu oleh-oleh di negeri Naga Biru ini. Berikut adalah 7 tips belanja Vietnam yang praktis, teruji di lapangan, dan dijamin bikin kamu terhindar dari boncos. Siapkan kalkulatormu, mari kita mulai!
Jika ini pertama kalinya kamu ke Vietnam, jangan lewatkan juga Rekomendasi Wisata Vietnam: Panduan Lengkap Liburan Seru dan Hemat yang membahas destinasi wajib, estimasi budget, hingga tips menyusun itinerary agar liburanmu lebih maksimal dan tidak boros.

1. Kuasai Seni “Tawar Sadis” Tanpa Ragu
Aturan nomor satu saat masuk ke pasar wisata seperti Ben Thanh Market (Ho Chi Minh) atau Dong Xuan Market (Hanoi) adalah jangan pernah percaya harga pertama. Pedagang di sana biasanya menaikkan harga (mark up) mulai dari 50 persen hingga 300 persen untuk turis asing.
Jadi, bagaimana cara menawarnya? Kami menyarankan strategi “Tawar Sadis”. Jika penjual membuka harga 500.000 Dong, jangan ragu untuk menawar langsung di angka 200.000 Dong. Awalnya mereka pasti akan menolak dengan wajah dramatis atau pura-pura marah. Itu wajar. Tetaplah tenang, tersenyum, dan naikkan sedikit demi sedikit.
Jika harga belum ketemu, gunakan jurus pamungkas: The Walk Away. Berpura-puralah tidak tertarik dan berjalan pergi meninggalkan toko perlahan. Sembilan dari sepuluh kali, pedagang akan memanggil kamu kembali dan memberikan harga yang kamu minta (atau mendekati itu). Ingat, di pasar tradisional Vietnam, pembeli adalah raja, tapi raja yang pintar menawar.
2. Pahami Mata Uang: Jangan Bingung dengan Nol
Masalah utama wisatawan Indonesia saat pertama kali belanja di Vietnam adalah jumlah nol pada mata uang Vietnam Dong (VND) yang membingungkan. 100.000 Dong itu terlihat banyak, padahal nilainya hanya sekitar 60 ribuan Rupiah.
Banyak modus penipuan (scam) terjadi karena turis salah ambil uang. Misalnya, uang kertas 20.000 Dong (warna biru) sering tertukar dengan 500.000 Dong (warna biru juga tapi lebih gelap) karena sekilas mirip. Tips belanja Vietnam yang krusial adalah selalu cek nominal uang dua kali sebelum menyerahkan ke pedagang.
Rumus cepat untuk konversi ke Rupiah agar kamu punya gambaran harga adalah: hilangkan tiga nol di belakang, lalu kalikan 0,65 (atau 0,7 biar gampang). Contoh: Harga barang 100.000 Dong. Hilangkan 000, jadi 100. Kalikan 0,7 = 70.000 Rupiah. Dengan trik hitung cepat ini, kamu bisa langsung menilai apakah barang itu murah atau kemahalan.
3. Cek Kualitas Barang: Jangan Terkecoh Label “Branded”
Vietnam memang terkenal sebagai basis produksi merek-merek ternama dunia seperti The North Face, Nike, atau Adidas. Banyak orang datang ke Saigon Square mencari barang “sisa ekspor” atau “grade ori”. Namun, kamu harus jeli. Tidak semua barang berlabel merek terkenal itu asli sisa pabrik. Banyak juga yang merupakan barang tiruan (fake) dengan kualitas rendah.
Sebelum membayar, lakukan quality control mandiri. Periksa jahitan di bagian dalam baju, pastikan resleting berfungsi lancar (biasanya merek YKK), dan cek logo apakah presisi atau miring. Untuk tas atau jaket gunung, periksa lapisan anti-airnya. Jangan sampai kamu bayar harga “sisa ekspor” tapi dapat kualitas “pasar malam”.

4. Waspada Ukuran: “Asian Fit” Bisa Menipu
Bagi kamu yang biasa memakai ukuran L atau XL internasional, berhati-hatilah saat membeli baju di Vietnam. Standar ukuran di sana adalah Asian Fit yang cenderung sangat kecil (petite). Ukuran XL di Vietnam bisa jadi setara dengan ukuran M di Zara atau H&M.
Salah satu kesalahan fatal saat wisata belanja Vietnam adalah asal ambil lusinan kaos oleh-oleh tanpa dibuka plastiknya, lalu ternyata sesampainya di Indonesia tidak muat. Selalu minta izin penjual untuk membuka satu sampel baju dan tempelkan ke badan (atau coba jika ada kamar pas). Jika membeli untuk oleh-oleh, kami sarankan untuk melebihkan satu atau dua tingkat ukuran (upsize) agar aman.
5. Manfaatkan Momen “Penglaris” Pagi Hari
Orang Vietnam sangat percaya pada keberuntungan, terutama di pagi hari. Pembeli pertama dianggap sebagai pembawa rezeki untuk hari itu. Kamu bisa memanfaatkan kepercayaan ini sebagai strategi belanja hemat.
Datanglah ke pasar seperti Ben Thanh atau pasar malam Hanoi sesaat setelah mereka buka. Jadilah pembeli pertama. Tawar dengan harga yang wajar (jangan terlalu sadis di pagi hari agar tidak dianggap sial), dan biasanya pedagang akan lebih mudah memberikan harga murah demi mendapatkan “penglaris”. Namun ingat, jika kamu sudah menawar di pagi hari dan disetujui, kamu wajib membelinya. Membatalkan transaksi di pagi hari dianggap sangat tabu dan bisa membuat pedagang marah besar.
6. Hati-hati Scam “Switching Money” dan Taksi
Modus penipuan tidak hanya terjadi di toko, tapi juga di sekitarnya. Salah satu modus klasik adalah pedagang yang berpura-pura membantu kamu menghitung uang di dompet, lalu dengan kecepatan tangan mereka mengambil lembaran uang besar tanpa kamu sadari. Tips belanja Vietnam yang wajib dipatuhi: jangan pernah biarkan orang lain menyentuh dompet atau uangmu.
Selain itu, saat pulang belanja dengan banyak kantong, hindari naik taksi sembarangan yang tidak berargo. Gunakan aplikasi taksi online seperti Grab atau taksi konvensional terpercaya seperti Vinasun dan Mai Linh. Pastikan kamu mengecek kembalian dengan teliti sebelum turun dari kendaraan.
7. Persiapkan “Perang” Logistik: Koper dan Jastip
Kalau niat kamu memang mau kulakan atau buka jasa titip (Jastip), satu koper tidak akan cukup. Harga koper di Vietnam (terutama di sekitar pasar) juga sangat murah, jadi banyak turis yang sengaja berangkat bawa koper kosong dan beli koper baru di sana.
Jika belanjaanmu terlalu banyak dan malas gotong-royong ke bandara, manfaatkan jasa kargo. Di sekitar area wisata belanja Vietnam banyak terdapat agen ekspedisi yang melayani pengiriman door-to-door ke Indonesia. Tarifnya dihitung per kilogram dan biasanya sudah termasuk pengurusan pajak (borongan). Ini adalah solusi cerdas biar kamu nggak kena biaya excess baggage di pesawat yang mahal.

Selain belanja, urusan kuliner juga wajib diperhatikan, terutama bagi wisatawan Muslim. Sebelum berburu oleh-oleh seharian, pastikan kamu sudah membaca Panduan Lengkap Makanan Halal di Vietnam agar tahu restoran halal, street food aman, dan tips makan nyaman selama liburan.
FAQ: Pertanyaan Seputar Belanja di Vietnam
Biar kamu makin siap tempur, berikut jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan pembaca kami
Sangat sulit. Hampir tidak ada pedagang pasar yang mau menerima Rupiah. Sebagian mau menerima Dollar AS (USD), tapi kursnya seringkali “tembak”. Kami sangat menyarankan kamu bertransaksi menggunakan Vietnam Dong (VND) tunai untuk harga terbaik.
Ben Thanh Market adalah pasar tradisional (non-AC) yang menjual segala hal mulai dari kopi, kain, makanan kering, hingga suvenir. Cocok untuk oleh-oleh tradisional. Sedangkan Saigon Square adalah tempat belanja semi-mall (ber-AC) yang fokus pada produk fashion, tas, dan sepatu branded atau sisa ekspor.
Selain trik “penglaris” pagi hari, waktu terbaik adalah saat pasar malam (Night Market) mulai buka sekitar pukul 7 malam. Udara lebih sejuk, suasana lebih santai, dan banyak pedagang kaki lima yang menggelar lapak di luar gedung pasar dengan harga yang lebih miring daripada di dalam gedung.
Ya. Vietnam memiliki website resmi pariwisata yang bisa dijadikan referensi sebelum liburan, yaitu https://vietnam.travel. Situs ini dikelola langsung oleh Viet Nam National Authority of Tourism dan berisi informasi lengkap seputar destinasi wisata, panduan perjalanan, budaya, hingga tips liburan terbaru di Vietnam.
Kesimpulan: Jadilah Pembeli Cerdas!
Vietnam memang menggoda iman belanja kita. Barang-barangnya unik, variasinya banyak, dan harganya murah meriah. Namun, pengalaman wisata belanja Vietnam kamu hanya akan berkesan jika kamu waspada dan cerdas.
Ingatlah tiga mantra utama dari kami: Tawar dengan percaya diri, teliti sebelum membayar, dan selalu cek kembalian. Dengan menerapkan 7 tips belanja Vietnam di atas, kami yakin kamu bakal pulang dengan koper penuh dan hati yang senang, tanpa rasa penyesalan karena kena tipu.
Butuh Itinerary Belanja yang Efektif?
Kalau kamu bingung mengatur rute belanja biar nggak bolak-balik ngabisin ongkos, kami bisa bantu buatkan rencana perjalanan khusus.
👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Gratis & Dapatkan Panduan Wisata Belanja Vietnam]
Kami juga punya daftar rekomendasi supplier terpercaya buat kamu yang mau mulai bisnis Jastip. Selamat berbelanja dan jangan lupa oleh-olehnya, ya!

Wijaya Fun Holiday Paket Destinasi Tour Wisata Domestik dan Mancanegara Terlengkap untuk Couple, Family Trip, Meeting dan Corporate Gathering