Menu Close

5 Mitos Gunung Mujur di Malang, Berminat ke Sini?

Tour_&_Travel_Malang

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar Kota Malang? Ya, tempat wisatanya. Malang memang memiliki sederet tempat wisata. Pegunungan dan perbukitan mendominasi Malang, tak heran jika Malang memiliki iklim yang sejuk dan dingin.

Salah satu wisata bukit di Malang yang menarik adalah Gunung Mujur, yang memiliki tinggi sekitar 655 mdpl. Bagi kalian yang gemar bertualang, maka sudah pasti familiar dengan Gunung Mujur ini.

Gunung Mujur merupakan sebuah perbukitan di lereng gunung Arjuna. Secara geografis, gunung ini terletak di Desa Donowarih dan Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Jarak tempuhnya sekitar 10 km dari Kota Batu.

Ada beberapa cara untuk sampai di area wisata Gunung Mujur, pertama kita bisa trekking jalan kaki melewati jalan setapak, kedua kita bisa menggunakan motor trail atau sepeda gunung bahkan menggunakan jeep.

Di alam sekitar kita, tak lepas dari sebuah kata “mitos”, yang katanya ini dan itu. Termasuk beberapa mitos dari Gunung Mujur ini.

1. Adanya makam keramat

Ketika kita sampai di area gunung Mujur, sejauh mata memandang adalah hutan pinus yang tumbuh lebat dan terlihat jelas gundukan-gundukan bukit yang hijau. Area ini, sudah menjadi sebuah wisata religi, karena terdapat sebuah makam yang disakralkan. Untuk mencapai makam tersebut kita harus rela menaiki anak tangga sejauh 100 meter, seperti menaiki sebuah candi.

Menurut cerita warga, mereka meyakini bahwa makam tersebut adalah makam Setakumintir, seorang patih pada kerajaan Blambangan (Banyuwangi). Entah bagaimana ceritanya bahwa, seorang patih kerajaan Banyuwangi bisa dimakamkan di Malang. Sebagian warga yang lain meyakini bahwa, makam tersebut adalah makam Ki Ageng Kertojoyo. 

2. Pengunjung akan mendapatkan berkah kemujuran

Namanya saja Gunung Mujur. Jadi barang siapa yang datang kesana, mereka akan mendapatkan berkah kemujuran. Katanya penduduk sekitar sih, begitu. Nasibnya akan berubah baik. Termasuk mendapatkan jodoh, rejeki, penglarisan dan masih banyak lainnya.

3. Datang setiap malam Jumat Legi

Entah, ada apa dengan malam Jumat legi? Bukankah semua hari itu baik? Atau mungkin malam Jum’at Legi memang hari yang disakralkan? Entahlah. Namun, penduduk sekitar berkata demikian. Orang-orang yang ingin mengalap berkah “kemujuran” akan datang pada malam Jum’at Legi. 

4. Datanglah sebanyak 7 kali berturut-turut

Jika kalian datang bertujuan untuk mengalap berkah, maka datanglah 7 kali berturut-turut setiap malam Jum’at Legi. Wah, niat sekali ya? Datang ke tempat ini berkali-kali sampai tujuh kali setiap “malam Jum’at legi”. Padahal, tempat ini susah sekali dijangkau. Meskipun kita bisa jalan kaki menempuhnya, namun bisa dibayangkan berapa jam kita sampai ke tempat tersebut? Struktur tanahnya yang gembur dan becek terkadang menyulitkan. Belum lagi jika hujan turun.

5. Jangan berkata kotor

Mitosnya, jika kita berkata kotor nanti akan mendapatkan celaka. Entah benar atau ak, namun ada baiknya di patuhi saja daripada benar terjadi apa-apa. Karena tempat ini adalah salah satu tempat yang dianggap suci, atau sakral, maka ada baiknya memang jangan berkata kotor atau bersikap buruk. Jaga perkataan dan sikap merupakan suatu sikap saling menghormati.

Itu dia beberapa mitos yang dipercayai warga di sekitar Gunung Mujur. Apakah kamu percaya terhadap mitos di atas?

Related Posts

Open Trip Vietnam 5D4N, mulai dari 9 jutaan. Cek detailnya, Disini.

X