Sebagai suatu bangsa, Indonesia memiliki budaya dan kebiasaan tersendiri. Begitu juga negara-negara lain, dengan keberagaman budaya dan kebiasaan yang berbeda pula. Kebiasaan suatu warga negara umumnya dipengaruhi oleh budaya dan tradisi yang ditanamkan sejak dahulu.
Nah, berikut ini ada beberapa kebiasaan yang normal di Indonesia, namun dinilai kasar di luar negeri. Wah, apa saja, ya?
1. Tersenyum ke orang lain
Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keramahannya. Predikat tersebut sering kali dibuktikan melalui sikap penduduk Indonesia yang senang memberikan sambutan yang ramah kepada orang-orang asing. Tentu, dengan senyuman ramah, bukan?
Eits, siapa yang menyangka bahwa kebiasaan tersebut dianggap cukup negatif di Rusia, lho! Yup, apabila seseorang memberikan senyuman ramah, maka kesan yang timbul akan mengarah pada godaan atau flirting yang bersifat tidak sopan.
2. Menanyakan kegiatan orang lain
Kamu pasti cukup familiar dengan pertanyaan yang paling mendasar dilakukan oleh orang Indonesia ini: “Kamu lagi ngapain?”. Terkadang pertanyaan tersebut dapat bersifat basa-basi atau sekadar memulai obrolan sebagai pengganti sapaan, bukan?
Namun, pertanyaan tersebut akan tetap dianggap serius oleh orang-orang Belanda yang menilai bahwa menanyakan kegiatan seseorang berarti melanggar privasi orang lain. Itulah kenapa, pertanyaan tersebut tidak boleh dilontarkan sembarangan.
3. Menghabiskan makanan
Melirik kembali momen-momen indah di masa kecil, kamu tentu teringat akan wejangan orangtua untuk senantiasa menghabiskan makanan tanpa sisa. Hal tersebut ditanamkan di Indonesia sebagai dasar untuk menghargai jerih payah orang serta mensyukuri berkat.
Akan tetapi, paradigma mengenai kebiasaan menghabiskan makanan tersebut nyatanya bukanlah hal yang lumrah di Tiongkok. Tepatnya ketika mendapat suguhan makanan ketika bertamu. Jika tamu menghabiskan makanannya, maka hal tersebut dianggap tidak sopan.
4. Membunyikan klakson
Kondisi jalanan di perkotaan sering kali mengundang gejolak emosi tersendiri. Mulai dari isu kemacetan hingga beberapa tindakan pengguna kendaraan yang jauh dari kata ‘tertib’. Seketika kamu pun langsung membunyikan klakson. Yup, semudah itu, bukan?
Namun, kebiasaan menyembunyikan klakson seperti itu nyatanya dianggap sangat tidak sopan di Norwegia. Para penduduk setempat hanya terbiasa membunyikan klakson apabila keadaan di jalanan terbilang sangat darurat. Selain itu, jangan coba-coba, ya!
5. Duduk di bangku belakang saat naik taksi
Ketika memesan taksi online atau mendapatkan taksi di pinggir jalan, biasanya penumpang otomatis membuka pintu di kursi penumpang belakang. Rasanya, cukup canggung dan tidak terbiasa apabila harus duduk di bangku depan, setuju?
Meski begitu, kamu yang hendak mengunjungi Irlandia, Australia, Selandia Baru dan Skotlandia, harus siap-siap menanggalkan kebiasaan tersebut. Karena masyarakatnya memegang prinsip egalitarianisme, yaitu manusia itu ditakdirkan sederajat tanpa memandang status dan pekerjaan. Maka, duduk di belakang dapat dianggap tidak sopan.
Wah, ternyata cukup seru juga, kan, fakta-fakta di atas? Ternyata belum tentu kebiasaan normal di Indonesia dianggap baik di luar negeri, ya. Jadi, kalau kamu sedang mengunjungi suatu negara, sesuaikan dirimu dengan budaya dan etika yang berlaku di sana, ya.

Wijaya Fun Holiday Paket Destinasi Tour Wisata Domestik dan Mancanegara Terlengkap untuk Couple, Family Trip, Meeting dan Corporate Gathering