Sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Timur, Malang memiliki budaya dan kebiasaan yang unik. Bahasa walikan atau boso walikan adalah salah satu kebiasaan unik warga Malang yang telah ada dari zaman dahulu.
Sejarah Boso Walikan Malang
Berdasarkan buku Malang Tempoe Doeloe dari Dukut Imam Widodo, bahasa walikan ini diciptakan oleh kelompok Gerilya Rakyat Kota (GRK) yang berjuang di wilayah Malang. Bahasa ini mulai berkembang sekitar tahun 1949 pada masa Perang Kemerdekaan, sebab pada masa itu banyak mata-mata Belanda yang mengawasi.
Nah dari sinilah para pejuang memikirkan cara tertentu untuk mengirim pesan biar tidak diketahui mata-mata Belanda dengan menggunakan Boso Walikan Malang.
Kata-kata dalam bahasa walikan Malang yang populer
1. Ngalam
“Ngalam” berarti Malang kata ini sangat populer sebagai identitas di Kota Malang, untuk menyebut dirinya sebagai warga Malang biasa menggunakan “kera ngalam” yaitu arek Malang.
2. Tamales
Dapat diartikan sebagai selamat dan digunakan seperti mengucapan selamat pada umumnya.
3. Oyi Sam
“Oyi Sam” artinya Iyo Mas, kata-kata ini biasanya digunakan untuk menyatakan kesediaan, bahkan kata ini dijadikan sebagai merek salah satu baju khas Kota Malang.
4. Tangames
“Tangames” artinya semangat, jika digunakan dalam bahasa sehari-hari yaitu “tangames sam” yang artinya semangat mas!
5. Nakam
“Nakam” yang artinya makan, biasa digunakan saat mengajak makan bersama teman ataupun keluarga.
6. Kipa
Kata “kipa” berarti apik, dalam bahasa Indonesia memiliki makna bagus. Kata ini biasanya digunakan sebagai pujian terhadap seseorang atau sesuatu.
7. Umak
Yang memiliki arti kamu. Kerap digunakan dalam sebuah percakapan, hampir setiap orang menggunakan kata ini, lho.
8. Kane
“Kane” yang artinya enak selalu diucapkan sehabis makan atau melakukan kegiatan lain yang melibatkan kata “kane”.
Kata-kata dalam bahasa walikan Malang apa lagi nih, yang kamu tahu?

Wijaya Fun Holiday Paket Destinasi Tour Wisata Domestik dan Mancanegara Terlengkap untuk Couple, Family Trip, Meeting dan Corporate Gathering