Belum lama ini, perfilman Indonesia disuguhkan dengan karya terbaru berjudul A Perfect Fit. Film yang rilis pada 15 Juli lalu di Netflix ini rupanya mengambil gambar di Bali, lho! Film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu dan penulis Garin Nugroho ini mengisahkan tentang seorang fashion blogger Bali bernama Saski (Nadya Arina) yang tak sengaja mengubah takdirnya ketika bertemu dengan seorang pemilik toko sepatu bernama Rio (Refal Hady).
Menggabungkan romansa yang ringan dengan budaya dan tradisi Bali yang kuat, A Perfect Fit tak hanya menyuguhkan berbagai momen yang mendebarkan hati, namun juga sisi Bali yang jarang terlihat. Berikut ini adalah lima hidden gems Bali yang dapat kamu nikmati secara virtual lewat A Perfect Fit!
1. Desa Tenganan
Dalam A Perfect Fit, rumah Saski berlokasi di sebuah desa asri yang bernama Desa Tenganan. Keindahan Desa Tenganan dan keseharian masyarakatnya pun tergambarkan di beberapa adegan lain saat Saski berkunjung ke tempat kerajinan sepatu milik Pak Ketut (Yayu Unru).
Desa Tenganan merupakan desa tertua yang menjadi tempat bermukim suku Bali tua, atau yang disebut Bali Aga. Masyarakat Bali Aga hidup dengan mempertahankan aturan adat istiadat dan menjaga warisan budaya secara turun-temurun, termasuk dalam hal membangun rumah.
2. Pantai Melasti
Dari begitu banyak pantai yang indah di Bali, Pantai Melasti mungkin termasuk salah satu yang jarang terdengar. Pantai ini terbilang baru sebagai destinasi wisata dan memerlukan perjalanan yang cukup menantang untuk mengunjunginya.
Namun, keeksotisan Pantai Melasti beserta bukit-bukit kapur alami yang menjulang tinggi, bisa membuatmu langsung jatuh cinta dengan tempat ini. Selain adegan fashion show di awal, A Perfect Fit banyak menggunakan lokasi ini untuk adegan-adegan yang penuh emosi.
3. Desa Jatiluwih
Masih ingat dengan adegan Saski dan Rio yang sedang naik motor berlatarkan pemandangan sawah yang memanjakan mata? Adegan ini berlokasi di Desa Jatiluwih, Tabanan. Persawahan dengan sistem terasering di Desa Jatiluwih semakin terlihat apik karena dikelola oleh Subak (organisasi kemasyarakatan) yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pada 2012, UNESCO bahkan menetapkan Subak Desa Jatiluwih sebagai warisan budaya tak benda. Meskipun dikenal dengan keindahan pantainya, areal persawahan dengan sistem terasering justru menjadi ciri khas Bali yang lebih dulu dikenal para wisatawan sejak abad ke-20. Desa Jatiluwih pun menjadi salah satu desa dengan pemandangan sawah yang luar biasa.
4. Jalan Gaotama
Jalan Gootama merupakan jalan yang paling populer di Ubud, khas dengan toko-toko kecil yang memiliki produk lokal berkelas. Meskipun terkenal sebagai tempat berbelanja suvenir Bali, mungkin sedikit dari kamu yang menyadari bahwa jalan ini merepresentasikan Bali yang penuh keberagaman dan kehangatan.
Hal inilah yang coba digambarkan oleh para kreator film A Perfect Fit. Selain itu, Jalan Gootama juga dipilih sebagai salah satu lokasi syuting karena merepresentasikan sisi Bali yang modern.
5. Tradisi Gulat Lumpur (Mepantigan)
Tidak hanya lokasi, A Perfect Fit juga menampilkan beberapa budaya Bali yang jarang terlihat, termasuk tradisi Mepantigan yang kerap kali diadakan di wilayah Ubud dan Batubulan.
Mepantigan merupakan tradisi gulat lumpur yang ditujukan untuk meredakan aksi kekerasan dan memiliki belas kasihan kepada lawan. Mepantigan sendiri berarti saling membanting, merujuk kepada salah satu gerakan utama dalam tradisi ini.
A Perfect Fit memperkenalkan Mepantigan dalam sebuah adegan menarik, yakni saat persaingan sengit Deni (Giorgino Abraham) dan Rio mulai memasuki puncaknya.
Itu dia beberapa hidden gems di Bali yang ditampilkan dalam film A Perfect Fit. Belum bisa jalan-jalan langsung, kamu juga bisa jalan-jalan virtual dengan nonton film ini. Kamu sudah nonton, belum?

Wijaya Fun Holiday Paket Destinasi Tour Wisata Domestik dan Mancanegara Terlengkap untuk Couple, Family Trip, Meeting dan Corporate Gathering