Menu Close

Ba Na Hills Vietnam: Menikmati Indahnya Da Nang dari Atas

Jika kamu sering berselancar di media sosial seperti Instagram atau TikTok akhir-akhir ini, kemungkinan besar kamu pernah melihat sebuah video spektakuler: sebuah jembatan lengkung berwarna emas yang berkilauan, ditopang oleh dua telapak tangan batu raksasa yang seolah keluar dari perut bumi, dengan latar belakang lautan kabut dan langit biru yang menakjubkan.

Pemandangan ikonik tersebut bukanlah hasil Computer-Generated Imagery (CGI) dari sebuah film fantasi, melainkan sebuah mahakarya arsitektur nyata yang berada di Ba Na Hills, Vietnam. Terletak di kawasan pegunungan dekat kota pesisir Da Nang di Vietnam Tengah, destinasi wisata ini telah mengubah wajah pariwisata Vietnam dan menjadikannya sebagai salah satu tujuan liburan paling diburu oleh wisatawan internasional, tak terkecuali wisatawan dari Indonesia.

Bagi kami di Wijaya Fun Holiday, melihat antusiasme wisatawan Indonesia yang begitu besar terhadap Vietnam adalah sebuah kebanggaan. Negara ini menawarkan perpaduan yang sangat langka: akses bebas visa yang memudahkan, biaya hidup yang ramah di kantong, serta infrastruktur pariwisata yang bertaraf kelas dunia. Melalui artikel panduan komprehensif ini, kami akan mengajak kamu menyelami lebih dalam keajaiban Sun World Ba Na Hills, membedah daya tarik wisata Vietnam Tengah dan Utara, serta memberikan tips terbaik agar perjalanan liburanmu berjalan mulus tanpa hambatan.

Mari siapkan secangkir teh atau kopi, dan mulailah merancang liburan impianmu ke negeri naga!

Sejarah Singkat Ba Na Hills: Dari Tempat Peristirahatan Kolonial Menjadi Mega-Resor

Sebelum dipenuhi oleh kastil-kastil bergaya Prancis dan wahana hiburan modern, Ba Na Hills memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 1919, ketika Vietnam masih berada di bawah kekuasaan kolonial Prancis, para pejabat Prancis merasa tidak tahan dengan suhu musim panas yang sangat menyengat di daerah pesisir Da Nang.

Mereka kemudian menjelajahi kawasan pegunungan Truong Son dan menemukan Puncak Gunung Chua (Nui Chua) yang berada di ketinggian hampir 1.500 meter di atas permukaan laut. Berkat ketinggiannya, kawasan ini memiliki suhu yang sangat sejuk sepanjang tahun, mirip dengan iklim musim semi di Eropa. Prancis kemudian membangun ratusan vila, rumah sakit, dan fasilitas peristirahatan di atas gunung ini.

Namun, seiring berjalannya waktu dan pecahnya perang, resor pegunungan ini sempat terbengkalai dan dilupakan selama puluhan tahun. Barulah pada era modern, Sun Group (salah satu pengembang pariwisata terbesar di Vietnam) mengambil alih kawasan ini dan menyulapnya menjadi “Sun World Ba Na Hills” yang megah seperti yang kita kenal sekarang, menghidupkan kembali nuansa Eropa klasik di tengah rimbunnya hutan tropis Vietnam.

Keindahan Ba Na Hills di Vietnam Tengah yang modern dan bersih pada malam hari.

Perjalanan Menembus Awan dengan Kereta Gantung Pemecah Rekor

Perjalananmu menikmati Ba Na Hills dimulai bahkan sebelum kamu tiba di puncak. Karena lokasinya yang berada di atas gunung yang curam, satu-satunya cara bagi wisatawan untuk mencapai kompleks utama adalah dengan menggunakan Cable Car (kereta gantung).

Jangan bayangkan ini seperti kereta gantung biasa. Sistem cable car di Ba Na Hills memegang beberapa rekor dunia Guinness, termasuk rekor untuk “Sistem Kereta Gantung Kabel Tunggal Terpanjang di Dunia” (hampir 6 kilometer) dan “Jarak Ketinggian Terbesar antara Stasiun Bawah dan Stasiun Atas”.

Saat kamu duduk di dalam kabin kaca yang nyaman, kamu akan dibawa melayang perlahan di atas kanopi hutan hujan tropis yang sangat lebat. Kamu bisa melihat air terjun Toc Tien yang mengalir deras di bawah kakimu. Semakin tinggi kabin bergerak, kamu akan merasakan perubahan suhu yang drastis. Udara tropis yang panas di bawah akan perlahan digantikan oleh udara yang sangat sejuk, dan tidak jarang kabinmu akan benar-benar menembus gumpalan awan putih. Perjalanan selama 15 hingga 20 menit ini adalah salah satu pengalaman paling fotogenik yang tidak boleh kamu lewatkan.

Kemegahan Golden Bridge (Jembatan Emas)

Setibanya di stasiun pergantian, atraksi pertama yang biasanya langsung diserbu oleh para wisatawan adalah Golden Bridge atau yang dalam bahasa lokal disebut Cau Vang. Diluncurkan pada tahun 2018, jembatan ini langsung viral di seluruh dunia dan masuk ke dalam daftar “Tempat Terhebat di Dunia” versi majalah TIME.

Jembatan ini memiliki panjang 150 meter dan melengkung elegan di tepi tebing. Desainnya sangat filosofis: jembatan ini diibaratkan sebagai pita sutra emas, sementara dua tangan batu raksasa yang menopangnya (yang sengaja didesain dengan efek lumut dan retakan agar terlihat seperti reruntuhan kuno) melambangkan tangan dewa yang sedang menarik pita emas dari dalam tanah.

Tips Fotografi dari Kami: Karena popularitasnya yang luar biasa, Golden Bridge hampir selalu dipadati oleh pengunjung. Jika kamu ingin mendapatkan foto yang clear dan estetik, bergabunglah dengan Open Trip Vietnam Tengah dari Wijaya Fun Holiday, karena kami selalu mengatur jadwal keberangkatan ke Ba Na Hills sepagi mungkin agar peserta kami memiliki waktu terbaik untuk berfoto sebelum rombongan bus besar lainnya tiba.

Wisatawan menikmati keindahan tempat wisata di Da Nang, Vietnam Tengah yang sangat ramah untuk pemula open trip Vietnam yang pertama kali kesini. Selalu gunakan outfit ke vietnam yang pas ya

Eksplorasi Keajaiban French Village dan Fantasy Park

Setelah puas berfoto di Golden Bridge, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta gantung pendek menuju puncak utama, tempat berdirinya French Village (Desa Prancis).

Keluar dari stasiun, kamu akan merasa seperti baru saja melintasi portal waktu dan ruang. Seketika, kamu berada di sebuah alun-alun kota Eropa abad pertengahan. Jalanannya berlapis batu cobblestone, terdapat gereja katedral bergaya gothic yang megah, air mancur, serta kastil-kastil menjulang yang difungsikan sebagai hotel, kafe, dan restoran. Di area ini, banyak seniman jalanan, musisi, dan penari berkostum ala Eropa yang memberikan pertunjukan gratis bagi pengunjung, menambah kental suasana festival.

Namun, Ba Na Hills bukan hanya tentang bangunan bersejarah buatan. Jika kamu membawa keluarga atau menyukai adrenalin, kamu wajib masuk ke Fantasy Park. Ini adalah salah satu taman hiburan indoor (dalam ruangan) terbesar di Asia yang dibangun di dalam perut gunung (menyerupai konsep novel Journey to the Center of the Earth karya Jules Verne).

Di Fantasy Park, kamu akan menemukan ratusan mesin permainan arcade (yang semuanya bisa dimainkan secara gratis karena sudah termasuk dalam tiket masuk), wahana Drop Tower yang mendebarkan, teater 4D dan 5D, hingga area Jurassic Park. Di bagian luar (outdoor), terdapat Alpine Coaster, sebuah roller coaster mini di mana kamu bisa mengendalikan sendiri kecepatan keretamu saat meluncur menuruni perbukitan dengan pemandangan langsung ke arah tebing. Sangat seru!

Linh Ung Pagoda dan Le Jardin D'Amour

Meskipun Ba Na Hills didominasi oleh nuansa Eropa modern, Sun Group tetap tidak melupakan akar budaya dan spiritualitas Vietnam. Tidak jauh dari kawasan Golden Bridge, kamu bisa mengunjungi Le Jardin D’Amour, sebuah kompleks yang terdiri dari 9 taman bunga dengan tema yang berbeda-beda. Bunga-bunga langka yang biasanya tidak bisa hidup di iklim tropis Asia Tenggara tumbuh subur di sini berkat suhu pegunungan yang sejuk.

Setelah melewati taman bunga, luangkan waktu untuk berjalan menuju Linh Ung Pagoda. Ini adalah satu dari tiga pagoda bernama Linh Ung yang melindungi kota Da Nang. Di pelataran pagoda ini, terdapat patung Buddha Sakyamuni berwarna putih setinggi 27 meter yang duduk bermeditasi di atas bunga teratai. Suasana di area ini sangat tenang dan magis, dipadukan dengan aroma dupa yang terbawa oleh angin pegunungan.

Dari titik ini pula, kamu bisa melihat pemandangan panorama Kota Da Nang dan garis pantai laut lepas yang memukau di kejauhan.

Kemegahan patung Buddha putih raksasa di Linh Ung Pagoda yang menambah nilai spiritual di kawasan Ba Na Hills.

Membedah Pesona Vietnam: Memilih Antara Trip Utara dan Tengah

Sebagai travel planner yang telah memberangkatkan ribuan peserta, kami sering mendapat pertanyaan krusial dari wisatawan: “Lebih baik pilih liburan ke Vietnam Utara atau Vietnam Tengah?”

Jawabannya tentu kembali pada preferensi dan gaya liburan yang kamu dambakan. Mari kita bedah perbandingannya agar kamu memiliki gambaran yang lebih jelas:

Vietnam Tengah: Vibe Tropis, Estetika Instagenic, dan Romantisme

Jika kamu menjadikan kawasan Ba Na Hills sebagai destinasi impianmu, maka wilayah yang harus kamu kunjungi adalah Vietnam Tengah, dengan kota Da Nang sebagai pintu gerbang utamanya. Trip di kawasan ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai liburan dengan ritme yang lebih santai (tidak banyak trekking berat), mencari spot-spot foto yang luar biasa estetik, dan menyukai perpaduan alam pesisir dan budaya kuno.

Selain kemegahan taman hiburan Ba Na Hills, daya tarik utama Vietnam Tengah adalah Hoi An Ancient Town. Hoi An adalah kota pelabuhan kuno warisan UNESCO yang melarang masuknya kendaraan bermotor di area pusatnya. Saat matahari terbenam, ribuan lampion sutra warna-warni akan dinyalakan, mengubah kota ini menjadi salah satu tempat paling romantis di dunia. Kamu juga akan diajak menaiki Basket Boat (perahu keranjang bundar dari bambu) menyusuri hutan kelapa air di Cam Thanh Village.

Semua pengalaman luar biasa ini telah kami rangkum secara eksklusif dalam paket Open Trip Vietnam Tengah.

Vietnam Utara: Alam yang Megah, Sawah Terasering, dan Sejarah Klasik

Di sisi lain, jika kamu mendambakan petualangan yang lebih epik, menyukai udara pegunungan yang menusuk tulang, dan ingin melihat keajaiban alam purba, maka Vietnam Utara adalah jawabannya.

Rute perjalanan di utara biasanya berpusat di ibu kota Hanoi, yang sangat kaya akan sejarah kolonial dan budaya street food yang kental (salah satunya adalah mencicipi kopi telur yang legendaris). Dari Hanoi, perjalanan membentang menuju kawasan pegunungan Sapa. Berbeda dengan Ba Na Hills yang menonjolkan bangunan kastil ala Eropa, pegunungan di Sapa menawarkan lanskap sawah terasering Muong Hoa yang hijau membentang dan desa-desa etnis lokal yang otentik (Cat Cat Village).

Ikon utamanya adalah menaklukkan Puncak Fansipan (3.143 Mdpl) yang dijuluki Atap Indochina, yang juga bisa dicapai menggunakan kereta gantung modern. Selain pegunungan, rute utara wajib diakhiri dengan berlayar di Halong Bay, menikmati keajaiban ribuan pulau batu kapur karst yang menyembul dari air laut zamrud. Jika petualangan alam yang dramatis ini adalah impianmu, kami menyarankanmu untuk mengecek program Open Trip Vietnam Utara kami.

Tips Penting Berlibur Nyaman ke Ba Na Hills dan Sekitarnya

Agar pengalaman liburanmu di Ba Na Hills berjalan sempurna dan tanpa rasa canggung, ada beberapa hal teknis yang patut kamu persiapkan dengan baik:

  1. Strategi Berpakaian (Layering): Cuaca di Ba Na Hills sangat fluktuatif. Di bawah gunung (pusat kota Da Nang) suhu bisa mencapai 30°C – 33°C (sangat tropis). Namun, begitu kamu tiba di puncak Ba Na Hills, suhunya bisa drop ke angka 17°C – 20°C, disertai angin kencang dan kabut. Pastikan kamu menggunakan teknik pakaian berlapis (layering). Kenakan kaus atau kemeja yang menyerap keringat, namun bawalah jaket windbreaker atau cardigan yang modis di dalam tasmu.

  2. Sepatu yang Tepat: Meskipun terdapat kereta gantung, kawasan Ba Na Hills dan kota tua Hoi An sangat luas. Kamu akan dituntut untuk banyak berjalan kaki di atas jalanan berbatu (cobblestone). Tinggalkan high heels atau sandal jepit yang licin di hotel, dan pastikan kamu memakai sneakers atau walking shoes yang paling nyaman demi kesehatan kakimu.

  3. Ketersediaan Makanan Halal: Salah satu ketakutan terbesar wisatawan Indonesia (khususnya Muslim) saat berlibur ke Vietnam adalah sulitnya mencari makanan halal. Di sinilah pentingnya menggunakan jasa biro perjalanan yang kredibel. Tim Tour Guide kami di Wijaya Fun Holiday sangat awas terhadap hal ini. Kami selalu mengatur jadwal makan peserta (baik hidangan prasmanan di Ba Na Hills maupun restoran di Da Nang) yang menyajikan hidangan seafood segar, daging sapi, dan menu vegetarian dengan standar pengolahan No Pork & No Lard.

  4. Menyiapkan Mata Uang yang Benar: Transaksi harian di Vietnam menggunakan mata uang Dong (VND). Bawalah pecahan US Dollar (USD) dari Indonesia yang masih dalam kondisi mulus, dan tukarkan di money changer lokal atau toko emas di sekitar area Da Nang untuk mendapatkan nilai tukar (rate) yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan menukar Rupiah secara langsung.

keindahahan sun world, Ba Na Hills saat matahari terbenam

Wujudkan Trip Vietnam Impianmu Tanpa Ribet Bersama Wijaya Fun Holiday

Membaca segala keindahan Ba Na Hills, Da Nang, dan Hoi An di atas pasti membuatmu semakin tidak sabar untuk segera memesan tiket pesawat. Namun, merencanakan perjalanan internasional secara mandiri (DIY travel) sering kali memakan banyak energi, belum lagi risiko pembengkakan biaya (terutama jika membeli tiket wahana Ba Na Hills dan cable car secara on the spot yang harganya cukup premium).

Bersama Wijaya Fun Holiday, kami ingin mengubah stereotip bahwa liburan ke luar negeri itu mahal dan merepotkan. Konsep yang kami bawa sangat sederhana: “Duduk Manis, Biar Kami yang Mengurus Sisanya!”

Melalui halaman Paket Tour Vietnam, kami merancang program All-Inclusive yang harga transparannya sudah mencakup tiket pesawat Pulang-Pergi (PP) internasional, bagasi kabin & tercatat, penginapan di hotel berbintang yang strategis, transportasi bus pariwisata yang sangat nyaman, biaya masuk seluruh atraksi premium, hingga makan siang dan malam harian yang ramah Muslim. Kamu akan didampingi oleh Tour Guide berlisensi yang informatif (menggunakan bahasa Indonesia/Inggris yang fasih) dan sigap membantu mengabadikan momen fotomu di setiap sudut destinasi.

Ba Na Hills dan segenap keajaiban Vietnam Tengah telah menunggumu. Jangan biarkan rencana jalan-jalanmu hanya sebatas angan-angan. Kunjungi website kami, hubungi admin yang ramah untuk mengecek ketersediaan slot bulan ini, dan bersiaplah untuk mengepak kopermu menuju perjalanan liburan yang tak akan terlupakan seumur hidup!

Itinerary vietnam Trip

Mau explore Vietnam tapi nggak mau ribet urus sendiri? Open Trip Vietnam Utara dan Tengah dari WFH sudah all-inclusive. Gak ada lagi biaya dadakan saat trip!

💬 Cek Jadwal Keberangkatan →
Informasi Penting

Ada yang mau
ditanyain?

Kumpulan pertanyaan seputar Trip Vietnam yang paling sering ditanyakan oleh peserta kami.

Sama sekali tidak! Pemegang paspor Indonesia (WNI) mendapatkan fasilitas bebas visa masuk ke Vietnam untuk kunjungan wisata maksimal 30 hari. Kamu hanya perlu memastikan masa berlaku paspormu minimal 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan dari Indonesia.
Paket Wijaya Fun Holiday dikonsep All-Inclusive agar kamu tinggal bawa koper. Harga sudah mencakup tiket pesawat Pulang-Pergi (PP), bagasi pesawat, akomodasi hotel berbintang, seluruh tiket masuk tempat wisata premium (seperti Cable Car Fansipan atau Ba Na Hills), transportasi bus pariwisata selama tour, makan sesuai itinerary, dan jasa Tour Guide.
Trip kami sangat Muslim-friendly. Tim Tour Guide lokal kami sudah terlatih menyeleksi restoran yang menyajikan hidangan laut (seafood) segar dan menu vegetarian yang dijamin No Pork & No Lard, sehingga kebutuhan makanan halal atau ramah Muslim kamu terakomodasi dengan baik.
Trip Vietnam Utara berfokus pada eksplorasi alam pegunungan sejuk (Sapa), lautan awan, Situs UNESCO (Halong Bay), dan kota sejarah (Hanoi). Sementara Trip Vietnam Tengah lebih estetik dan santai, menonjolkan kota lampion romantis (Hoi An), pemandangan pantai tropis, dan taman bermain megah ala Eropa di atas gunung (Ba Na Hills Da Nang).
Mata uang lokal adalah Dong Vietnam (VND). Kami merekomendasikan kamu menukarkan Rupiah ke US Dollar (USD) terlebih dahulu di Indonesia, lalu menukarkan USD tersebut ke VND setibanya di bandara Vietnam untuk mendapatkan rate yang lebih baik. Selalu siapkan uang tunai untuk jajan kaki lima atau suvenir lokal.
Paket sudah meng-cover tiket pesawat PP hingga maksimal Rp4.000.000. Jika pada saat booking harga tiket pesawat dari kota asalmu ke Vietnam melebihi nominal tersebut, maka selisihnya akan menjadi biaya tambahan. Pengeluaran pribadi (seperti jajan di luar itinerary dan oleh-oleh) serta asuransi perjalanan juga di luar harga paket.
Setiap peserta umumnya akan mendapatkan fasilitas bagasi kabin (cabin baggage) sebesar 7 kg dan bagasi tercatat (checked baggage) sebesar 20 kg. Kapasitas ini sangat cukup untuk membawa pakaian tebal (jika ke Utara saat musim dingin) serta membawa pulang suvenir.
Tentu saja! Jika jadwal Open Trip reguler kami tidak cocok, kamu bisa mengajukan Private Trip. Dengan minimal kuota keberangkatan 2 orang saja, kamu bebas menentukan tanggal liburan sendiri secara intim bersama keluarga atau teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *